UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
NAMA
: MARIA CICI
PUSPITA SARI
NPM
: 24215025
KELAS
: 1EB02
FAKULTAS: EKONOMI
JURUSAN: AKUNTANSI
MATA
KULIAH: PEREKONOMIAN INDONESIA
DOSEN:
YUSYE MILAWATI,SE,MM
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Perdagangan Internasional Terhadap
Perekonomian Indonesia
Perdagangan
internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara
dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Bila dibandingkan
dengan pelaksanaan perdagangan didalam negeri, maka perdagangan internasional
sangatlah rumit dan kompleks. Di banyak negara perdagangan internasional
menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Perdagangan internasional
juga mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan
kehadiran perusahaan multiasional.
Perdagangan
luar negeri mempunyai pengaruh yang kompleks terhadap sektor produksi dalam
negeri yaitu
1. Spesialisasi
produksi
Spesialisasi plus dapat meningkatan pendapatan rill
masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa perdagangan dapat menurunkan pendapatn
rill masyarakat. Ada tiga keadaan yang membuat spesialisasi tidak selalu
bermanfaat bagi suatu negara. Keadaan ini kemungkinan spesialisasi produksi
yang terlalu jauh, artinya ada sektor produksi yang terlalu terpusatkan satu
atau dua barang saja. Ketiga keadaan ini yaitu:
a.
Keidakstabilan pasar luar negeri
b. Keamanan
nasional
c.
Dualisme
2. Kenaikan
(investasi surplus)
Dengan pendapatan rill masyarakat yang lebih tinggi berari
negara mampu untuk menyisihkan dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi
investasi.
3. Vent
for surplus
Bahwa pertunbuhan ekonomi terangsang oleh terbukanya daerah
pasar yang baru. inti dari proses “Vent For Surplus” ini tetap sama, baik dulu
maupun sekarang yaitu: sumber-sumber ekonomi yang tidak bisa dimanfaatkan
kecuali apabila ada saluran ke pasar dunia dan apabila modal asing
diperkenankan masuk. Perbedaan pokoknya adalah bahwa di masa lampau
Negara-negar pemiik sumber-sumber alam tersebut adalah Negara jajahan,
sedangkan sekarang adalah Negara merdeka dengan pemerintahan nasionalnya. Kunci
daripada apakah proses “Vent For Surplus” ini akan menghasilkan pembangunan ekonomi
dalam arti sesungguhnya ataukah hanya “pertumbuhan ekonomi” seperti yang telah
terjadi di zaman lampau, terletak ditangan pemerintah nasional. Mereka harus
bisa meraih sebagian besar dari manfaat perdagangan yang dihasilkan dan
menggunakannya bagi kepentingan pembangunan nasionalnya dalam arti yang
sebenarnya
4. Kenaikan
produktivitas
Produktivitas adalah pengaruh yang sangat penting dalam
perdagangan internasional dalam sektor produksi. Dibedakan menjadi tiga sumber
utama dari peningkatan produktivitas dan efesiensi yang timbel oleh
adanya perdagangan luar negeri:
a. Economies of scale
b. Teknologi
baru
c.
Rangsangan persaingan
Dampak
positif perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia:
1. Terpenuhinya
kebutuhan atas barang dan jasa.
2. Meningkatksn
produktivitas usaha.
3. Devisa
negara meningkat
4. Terbukanya
lapangan kerja
5. Terciptanya
persahabatan dan kerja sama antarnegara di berbagai bidang.
6. Terdorongnya
kegiatan ekonomi dalam negeri.
Dampak negatif perdagangan internasional bagi perekonomian
Indonesia:
1.
Mundurnya industri dalam negeri, karena masyarakat lebih menyukai
produk-produk yang diimpor dari luar negeri. Hal ini menyebabkan pemerintah di
berbagai negara melakukan kebijakan proteksi. Kebijakan proteksi yang
dikeluarkan pemerintah dapat berbentuk kuota, tarif, dan subsidi.
2. Munculnya
ketergantungan terhadap negara-negara maju sebagai pemilik faktor-faktor
produksi. Dengan ada ketergantungan tersebut, negara-negara maju dapat
menetapkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang merugikan negara berkembang seperti
Indonesia.
3. Mematikan
usaha-usaha kecil.
4. Pembayaran
antar negara sulit dan resikonya besar
Manfaat
perdagangan internasional adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh barang yang
tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
2. Memperoleh keuntungan dari
spesialisasi
3. Memperluas pasar dan
menambah keuntungan
4. Transfer teknologi
modern.
Banyak
faktor pendorong suat negara melakukan perdagangan internasional, yaitu:
1. Untuk memenuhi kebutuhan
barang dan jasa di negeri sendiri
2. Keinginan memperoleh
keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
3. Adanya perbedaan kemampuan
kepuasan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengelola sumber daya ekonomi.
4. Adanya kelebihan produk
dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
5. Adanya perbedaan iklim,
kekayaan sumber daya alam, tenaga kerja, budaya dan jumlah penduduk yang
menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi
6. Adanya kesamaan selera
terhadap suatu barang.
Tindakan
dalam kebijakn-kebijakan perdagangan internasional meliputi:
1. Tarif
Tarif
adalah sejenis pajak yang dikenakan atas barang-barang yang diimpor. Tarif
spesifik dikenakan sebagai beban tetap atas unit barang yang diimpor. Tarif old
valorem adalah pajak yang dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari nilai
barang-barang yang diimpor. Kedua kasus dampak tariff akan meningkatkan biaya
pengiriman barang ke suatu negara.
2. Subsidi ekspor
Adalah
pembayaran sejumlah tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual
barang keluar negeri. Dampak dari subsidi ekspor adalah meningkatkan harga
dinegara pengekspor sedangkan dinegara pengimpor harganya turun.
3. Pembatasan impor
Adalah
pembatasan langsung atas jumlah barang yang bole diimpor. Biasanya diberlakukan
dengan memberikan lisensi kepada beberapa kelompok individu atau perusahaan.
4. Pengekangan ekspor sukarela
Bentuk
lainnya adalah VER. (voluntary restraint agreement=ERA) adalah suatu pembatasan
kuota atas perdagangan yang dikenakan oleh pihak ngara pengekspor dan bukan
pengimpor. VER memiliki keuntungan politis dan legal yang membuatnya menjadi
perangkat kebijakan perdagangan yang lebih disukai. Namun dari sudut pandang
ekonomi, pengendalian ekspor sukarela sama dengan kuota impor dimana lisensi
diberikan kepada pemerintah asing dan VER selalu lebih mahal bagi negara
pengimpor dibandingan dengan tariff yang membatasi impor dengan jumlah yang
sama.
5. Persyaratan kandungan lokal
Merupkan
pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian bagian tertentu dari unit-unit fisik.
Ketentuan kandungan local telah digunakan secara luas oleh negara berkembang
mengahlikan basis manufakturnya dari perakitan kepada pengolahan bahan-bahan
antara intermediate goods.
6. Subsidi kredit ekspor
Semacam
subsidi ekspor hanya saja wujudnya dalam pinjaman yang di subsidi kepada
pembeli.
7. Pengendalian pemerintah
Pembelian
di atur oleh pemerintah secara ketat dapat diarahkan pada barang-barang yang di
produksi di dalam negeri meskipun barang-barang tersebut lebih mahal daripada
yang impor.
8. Hambatan-hambatan birokrasi
Globalisasi
ekonomi adalah khidupan ekonomi global yang bersifat terbuka dan tidak mengenal
batas-batas territorial, atau kewilayahan antara daerah yang satu dengan daerah
yang lainnya. Sisi perdagangan dan investasi menuju kearah liberalisasi
kapitalisme sehingga semua orang bebas untuk berusaha di mna saja dan kapan
saja di dunia ini.
Peran Perdagangan Internasional Dalam Perekonomian Indonesia
Secara umum, perdagangan internasional diartikan sebagai hubungan
tukar-menukar barang atau jasa yang saling menguntungkan antara suatu negara
dan negara lain. Adanya kelebihan dan kekurangan produksi inilah yang mendorong
timbulnya perdagangan internasional. Selain untuk menjual kelebihan produksi,
perdagangan internasional diperlukan untuk mengimpor kekurangan produksi.
Contoh : Indonesia kelebihan produksi bijih besi, tembaga, timah, kayu, rotan
dan sebagainya. Berdasarkan teori yang sebelumnya, faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya perdagangan internasional yaitu : perbedaan sumber daya
alam yang dimiliki, efisiensi (penghematan biaya produksi), tingkat teknologi
yang digunakan, dan selera.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari negara-negara
yang melakukan perdagangan internasional yaitu : meningkatkan kualitas
konsumsi, mendatangkan devisa bagi negara, membuka kesempatan kerja,
menstabilkan harga-harga, mempercepat transfer teknologi. Pada masa sekarang,
orang membayar transaksi perdagangan internasional dengan menggunakan valuta
asing dan wesel asing, seperti : Arrival drafts dan Date drafts. Ekspor dan
impor merupakan kegiatan utama perdagangan internasional. Ekspor adalah
kegiatan perdagangan suatu perusahaan untuk mengeluarkan barang dari wilayah
pabean suatu negara dan memperdagangkannya di wilayah pabean negara lain. Impor
adalah kegiatan perdagangan suatu perusahaan untuk memasukan barang dari luar
negeri untuk diperdagangkan atau diperjualbelikan di dalam negeri. Drs.
Deliarnov, M.Sc. 2007. Ilmu Pengetahuan
Sosial Ekonomi 3. Jakarta : Erlangga.
Dampak
positif perdagangan inernasional bagi perekonomian Indonesia yaitu :
- Kebutuhan akan barang dan jasa yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri menjadi terpenuhi.
- Perdagangan internasinal mendorong setiap negara ke arah spesialisasi dalam memproduksi barang berdasarkan keunggulan komparatif yang dimilikinya.
- Mendorong keinginan untuk meningkatkan produksi
- Perdagangan internasional bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi.
- Perdagangan luar negeri membuka wilayah pasar baru yang lebih luas bagi produk-produk dalam negeri
- Pengaruh yang sangat penting dari perdagangan luar negeri terhadap sektor produksi adalah berupa peningkatan produktifitas dan efisiensi pada umumnya
- Pendapatan atau devisa negara meningkat
- Terbukanya kesepatan kerja
Dampak
negatif perdagangan inernasional bagi perekonomian Indonesia yaitu :
- Terjadinya perubahan pola dan kebiasaan konsumsi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan ekonomi akibat dibukanya hubungan dengan luar negeri.
- Ada kecenderungan bagi masyarakat untuk melakukan tindakan konsumsi secara “berlebihan”
- Mundurnya industri dan produksi dalam negeri kalau masyarakat lebih menyukai produk-produk luar negeri.
- Munculnya ketergantungan kepada negara negara maju sebagai pemilik faktor-faktor produksi
Sukmayani,
Ratna, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial
3. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Perkembangan dalam perekonomian internasional ditunjukan
oleh dengan adanya peristiwa terjadinya fluktuasi dalam perkembangan output
internasional. Output yang dihasilkan dalam perekonomian dunia mengalami siklus
bisnis (business cycle). Dalam hal ini output dalam perkembangannya mengalami
fluktuasi dari kondisi booming, resesi, depresi dan recovery. Perekonomian
dunia dapat mengalami perkembangan dalam naik turun (berfluktuasi) output
sesuai dengan dinamika yang terjadi dalam perekonomian masing-masing negara.
Dalam situasi perekonomian seperti ini, terjadinya stagflasi merupakan kondisi
yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan dalam perekonomian. Dengan kata
lain aggregate demand dan aggregate supply belum menemukan titik keseimbangan
baik dalam harga, kuantitas, dan output dalam perekonomian. Frisdiantara,
Christea dan Mukhklis, Imam. Ekonomi
Pembangunan sebuah Kajian Teoretis dan Empiris. Malang : Universitas Kanjuruhan Malang.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai perlu
adanya peningkatan koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam diplomasi
perdagangan internasional. Hal itu dilakukan agar dapat mengoptimalisasikan
perekonomian Indonesia. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional
Shinta W Kamdani mengatakan, selain langkah kebijakan yang sudah dilakukan
pemerintah selama ini, tetap harus ada langkah-langkah yang lebih spesifik pada
aspek domestik dan internasional. Ini perlu karena berkaitan dengan laju
perdagangan antarnegara. Menurut Shinta, pemerintah dan dunia usaha harus
bersinergi untuk mencapai kerja sama bisnis internasional yang optimal dan
memposisikan Indonesia sebaik-baiknya dalam diplomasi perdagangan global.
Apalagi, sekarang ini Indonesia sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA). Kamdani, Shinta W. 2016. Optimalkan
Laju Ekonomi Pemerintah Dunia Usaha Perlu Tingkatkan Koordinasi. http://ekonomi.metrotvnews.com.
8 Juni 2016. Pukul 17.00.
Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC
Robert Leonard Marbun dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan
penguatan fungsi tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait seperti
KPK, Polri, TNI, Kejaksaan, BNN dan Bakamla. Robert menjelaskan penguatan
fungsi tugas dan sistem pelayanan itu diprioritaskan untuk memfasilitasi sektor
perdagangan serta mempercepat implementasi paket kebijakan ekonomi seperti
Pusat Logistik Berikat (PLB), Voluntary Declaration, dan Authorized Economic
Operator (AEO). PLB merupakan pembentukan gudang multifungsi untuk
menyelesaikan dwelling time dan mendorong efisiensi ketersediaan bahan baku
impor untuk indsutri dan industri kecil menengah, meningkatkan investasi dan
menjadi Indonesia sebagai hub Asia Pasifik. Saat ini, sebanyak 12 perusahaan
telah berstatus sebagai PLB mulai dari Jakarta, Bekasi, Denpasar, Merak dan
Balikpapan.
Sementara, Voluntary Declaration merupakan program untuk
mengakomodasi praktik bisnis internasional, dan importir bisa memberitahukan
terlebih dahulu atas beberapa komponen pembentuk harga barang dalam
penghitungan bea masuk, yang belum dapat diketahui besaran nilainya secara
pasti saat penyampaian dokumen pabean. Sedangkan, AEO merupakan program untuk
memberikan prioritas pelayanan kepada perusahaan yang telah memenuhi
kualifikasi tertentu dan serangkaian standar kepabeanan yang diakui
internasional dalam rangka menjamin keamanan setiap pengiriman. Robert
memastikan penguatan fungsi juga dilakukan secara masif dan serius terutama
pengawasan terhadap impor tekstil ilegal dan impor bahan pangan ilegal dengan
meningkatkan kegiatan pengawasan di pesisir timur Sumatera dan Semenanjung
Malaysia, serta melakukan patroli di daerah titik rawan. Leonard Marbun,
Robert. 2016. DJBC Lakukan Penguatan Tugas dan Sistem Kepabeanan. http://www.antaranews.com.
8 Juni 2016. Pukul 18.00.
DAFTAR PUSTAKA
oleh Monica.Chandra.Dewi Rabu, 01 April 2015 http://monichandradewi10.blogspot.co.id/2015/04/perdagangan-internasional-terhadap.html
( diambil pada Jumat, 17 Juni 2016 9:23)
